Monday, March 10, 2014

7 Langit,7 Malaikat,7 Amal Manusia


Selamat membaca shalihin dan shalihat,semoga bermanfaat ^_^

Allah menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Di setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu.

Dari Ibnu Mubarak dan Khalid bin Ma’dan, mereka berkata kepada Mu’adz bin Jabal, “Mohon ceritakan kepada kami sebuah hadits yang telah Rasulullah ajarkan kepadamu, yang telah dihafal olehmu dan selalu diingat-ingatnya karena sangat kerasnya hadits tersebut dan sangat halus serta dalamnya makna ungkapannya. Hadits manakah yang engkau anggap sebagai hadits terpenting?”

Mu’adz menjawab, “Baiklah, akan aku ceritakan…” Tiba-tiba Mu’adz menangis tersedu-sedu. Lama sekali tangisannya itu, hingga beberapa saat kemudian baru terdiam. Beliau kemudian berkata, “Emh, sungguh aku rindu sekali kepada Rasulullah. Ingin sekali aku bersua kembali dengan beliau…”. Kemudian Mu’adz melanjutkan:

Suatu hari ketika aku menghadap Rasulullah Saw. yang suci, saat itu beliau tengah menunggangi untanya. Nabi kemudian menyuruhku untuk turut naik bersama beliau di belakangnya. Aku pun menaiki unta tersebut di belakang beliau. Kemudian aku melihat Rasulullah menengadah ke langit dan bersabda, “Segala kesyukuran hanyalah diperuntukkan bagi Allah yang telah menetapkan kepada setiap ciptaan-Nya apa-apa yang Dia kehendaki. Wahai Mu’adz….!

Labbaik, wahai penghulu para rasul….!

Akan aku ceritakan kepadamu sebuah kisah, yang apabila engkau menjaganya baik-baik, maka hal itu akan memberikan manfaat bagimu. Namun sebaliknya, apabila engkau mengabaikannya, maka terputuslah hujjahmu di sisi Allah Azza wa Jalla….!

Wahai Mu’adz…
Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkati dan Mahatinggi telah menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan petala langit dan bumi. Pada setiap langit terdapat satu malaikat penjaga pintunya, dan menjadikan penjaga dari tiap pintu tersebut satu malaikat yang kadarnya disesuaikan dengan keagungan dari tiap tingkatan langitnya.

Suatu hari naiklah malaikat Hafadzah dengan amalan seorang hamba yang amalan tersebut memancarkan cahaya dan bersinar bagaikan matahari. Hingga sampailah amalan tersebut ke langit dunia (as-samaa’I d-dunya) yaitu sampai ke dalam jiwanya. Malaikat Hafadzah kemudian memperbanyak amal tersebut dan
mensucikannya.

Namun tatkala sampai pada pintu langit pertama, tiba-tiba malaikat penjaga pintu tersebut berkata, “Tamparlah wajah pemilik amal ini dengan amalannya tersebut!! Aku adalah pemilik ghibah… Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku untuk mencegah setiap hamba yang telah berbuat ghibah di antara manusia -membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan orang lain yang apabila orang itu mengetahuinya, dia tidak suka mendengarnya- untuk dapat melewati pintu langit pertama ini….!!”

Kemudian keesokan harinya malaikat Hafadzah naik ke langit beserta amal shalih seorang hamba lainnya. Amal tersebut bercahaya yang cahayanya terus diperbanyak oleh Hafadzah dan disucikannya, hingga akhirnya dapat menembus ke langit kedua. Namun malaikat penjaga pintu langit kedua tiba-tiba berkata, “Berhenti kalian…! Tamparlah wajah pemilik amal tersebut dengan amalannya itu! Sesungguhnya dia beramal namun dibalik amalannya itu dia menginginkan penampilan duniawi belaka (‘aradla d-dunya).Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku untuk tidak membiarkan amalan si hamba yang berbuat itu melewati langit dua ini menuju langit berikutnya!” Mendengar itu semua, para malaikat pun melaknati si hamba tersebut hingga petang harinya.

Malaikat Hafadzah lainnya naik bersama amalan sang hamba yang nampak indah, yang di dalamnya terdapat shadaqah, shaum-shaumnya serta perbuatan baiknya yang melimpah. Malaikat Hafadzah pun memperbanyak amal tersebut dan mensucikannya hingga akhirnya dapat menembus langit pertama dan kedua. Namun ketika sampai di pintu langit ketiga, tiba-tiba malaikat penjaga pintu langit tersebut berkata, “Berhentilah kalian…! Tamparkanlah wajah pemilik amalan tersebut dengan amalan-amalannya itu! Aku adalah penjaga al-Kibr (sifat takabur). Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku untuk tidak membiarkan amalannya melewatiku, karena selama ini dia selalu bertakabur di hadapan manusia ketika berkumpul dalam setiap majelis pertemuan mereka….”

Malaikat Hafadzah lainnya naik ke langit demi langit dengan membawa amalan seorang hamba yang tampak berkilauan bagaikan kerlip bintang gemintang dan planet. Suaranya tampak bergema dan tasbihnya bergaung disebabkan oleh ibadah shaum, shalat, haji dan umrah, hingga tampak menembus tiga langit
pertama dan sampai ke pintu langit keempat. Namun malaikat penjaga pintu tersebut berkata, “Berhentilah kalian…! Dan tamparkan dengan amalan-amalan tersebut ke wajah pemiliknya..! Aku adalah malaikat penjaga sifat ‘ujub (takjub akan keadaan jiwanya sendiri). Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku agar ridak membiarkan amalannya melewatiku hingga menembus langit sesudahku. Dia selalu memasukkan unsur ‘ujub di dalam jiwanya ketika melakukan suatu perbuatan…!”

Malaikat Hafadzah lainnya naik bersama amalan seorang hamba yang diiring bagaikan iringan pengantin wanita menuju suaminya. Hingga sampailah amalan tersebut menembus langit kelima dengan amalannya yang baik berupa jihad, haji dan umrah. Amalan tersebut memiliki cahaya bagaikan sinar matahari.
Namun sesampainya di pintu langit kelima tersebut, berkatalah sang malaikat penjaga pintu, “Saya adalah pemilik sifat hasad (dengki). Dia telah berbuat dengki kepada manusia ketika mereka diberi karunia oleh Allah. Dia marah terhadap apa-apa yang telah Allah ridlai dalam ketetapan-Nya. Rabb Pemeliharaku memerintahkan aku untuk tidak membiarkan amal tersebut melewatiku menunju langit berikutnya…!”

Malaikat Hafadzah lainnya naik dengan amalan seorang hamba berupa wudlu yang sempurna, shalat yang banyak, shaum-shaumnya, haji dan umrah, hingga sampailah ke langit yang keenam. Namun malaikat penjaga pintu langit keenam berkata, ‘Saya adalah pemilik ar-rahmat (kasih sayang). Tamparkanlah amalan
si hamba tersebut ke wajah pemilikinya. Dia tidak memilki sifat rahmaniah sama sekali di hadapan manusia. Dia malah merasa senang ketika melihat musibah menimpa hamba lainnya. Rabb Pemeliharaku memerintahkanku untuk tidak membiarkan amalannya melewatiku menuju langit berikutnya…!’

Naiklah malaikat Hafadzah lainnya bersama amalan seorang hamba berupa nafkah yang berlimpah, shaum, shalat, jihad dan sifat wara’ (berhati-hati dalam bermal). Amalan tersebut bergemuruh bagaikan guntur dan bersinar bagaikan bagaikan kilatan petir. Namun ketika sampai pada langit yang ketujuh, berhentilah amalan tersebut di hadapan malaikat penjaga pintunya. Malaikat itu berkata, ‘Saya adalah pemilik sebutan (adz-dzikru) atau sum’ah (mencintai kemasyhuran) di antara manusia. Sesungguhnya pemilik amal ini
berbuat sesuatu karena menginginkan sebutan kebaikan amal perbuatannya di dalam setiap pertemuan. Ingin disanjung di antara kawan-kawannya dan mendapatkan kehormatan di antara para pembesar. Rabb Pemeliharaku memerintahkan aku untuk tidak membiarkan amalannya menembus melewati pintu langit ini menuju langit sesudahnya. Dan setiap amal yang tidak diperuntukkan bagi Allah ta’ala secara ikhlas, maka dia telah berbuat riya’, dan Allah Azza wa Jalla tidak menerima amalan seseorang yang diiringi dengan riya’ tersebut….!’

Dan malaikat Hafadzah lainnya naik beserta amalan seorang hamba berupa shalat, zakat, shaum demi shaum, haji, umrah, akhlak yang berbuahkan hasanah, berdiam diri, berdzikir kepada Allah Ta’ala, maka seluruh malaikat di tujuh langit tersebut beriringan menyertainya hingga terputuslah seluruh hijab dalam menuju Allah Subhanahu. Mereka berhenti di hadapan ar-Rabb yang Keagungan-Nya (sifat Jalal-Nya) bertajalli. Dan para malaikat tersebut menyaksikan amal sang hamba itu merupakan amal shalih yang diikhlaskannya hanya bagi Allah Ta’ala.

Namun tanpa disangka Allah berfirman, ‘Kalian adalah malaikat Hafadzah yang menjaga amal-amal hamba-Ku, dan Aku adalah Sang Pengawas, yang memiliki kemampuan dalam mengamati apa-apa yang ada di dalam jiwanya. Sesungguhnya dengan amalannya itu, sebenarnya dia tidak menginginkan Aku. Dia menginginkan selain Aku…! Dia tidak mengikhlaskan amalannya bagi-Ku. Dan Aku Maha Mengetahui terhadap apa yang dia inginkan dari amalannya tersebut. Laknatku bagi dia yang telah menipu makhluk lainnya dan kalian semua, namun Aku sama sekali tidak tertipu olehnya. Dan Aku adalah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib, Yang memunculkan apa-apa yang tersimpan di dalam kalbu-kalbu. Tidak ada satu pun di hadapan-Ku yang tersembunyi, dan tidak ada yang samar di hadapan-Ku terhadap segala yang tersamar….. Pengetahuan-Ku terhadap apa-apa yang telah terjadi sama dengan pengetahuan-Ku terhadap apa-apa yang belum terjadi. Pengetahuan-Ku terhadap apa-apa yang telah berlalu sama dengan pengetahuan-Ku terhadap yang akan datang. Dan pengetahuan-Ku terhadap segala sesuatu yang awal sebagaimana pengetahuan-Ku terhadap segala yang akhir. Aku lebih mengetahui sesuatu yang rahasia dan tersembunyi. Bagaimana mungkin hamba-Ku menipu-Ku dengan ilmunya. Sesungguhnya dia hanyalah menipu para makhluk yang tidak memiliki pengetahuan, dan Aku Maha Mengetahui segala yang ghaib. Baginya laknat-Ku….!!

Mendengar itu semua maka berkatalah para malaikat penjaga tujuh langit beserta tiga ribu pengiringnya, ‘Wahai Rabb Pemelihara kami, baginya laknat-Mu dan laknat kami. Dan berkatalah seluruh petala langit, ‘Laknat Allah baginya dan laknat mereka yang melaknat buat sang hamba itu..!

Mendengar penuturan Rasulullah Saw. sedemikian rupa, tiba-tiba menangislah Mu’adz Rahimahullah, dengan isak tangisnya yang cukup keras…Lama baru terdiam kemudian dia berkata dengan lirihnya, “Wahai Rasulullah……Bagaimana bisa aku selamat dari apa-apa yang telah engkau ceritakan tadi…??”

Rasulullah bersabda, “Oleh karena itu wahai Mu’adz…..Ikutilah Nabimu di dalam sebuah keyakinan…”.

Dengan suara yang bergetar Mu’adz berkata, “Engkau adalah Rasul Allah, dan aku hanyalah seorang Mu’adz bin Jabal….Bagaimana aku bisa selamat dan lolos dari itu semua…??”

Nabi yang suci bersabda, “Baiklah wahai Mu’adz, apabila engkau merasa kurang sempurna dalam melakukan semua amalanmu itu, maka cegahlah lidahmu dari ucapan ghibah dan fitnah terhadap sesama manusia, khususnya terhadap saudara-saudaramu yang sama-sama memegang Alquran. Apabila engkau hendak berbuat ghibah atau memfitnah orang lain, haruslah ingat kepada pertanggungjawaban jiwamu sendiri, sebagaimana engkau telah mengetahui bahwa dalam jiwamu pun penuh dengan aib-aib. Janganlah engkau mensucikan jiwamu dengan cara menjelek-jelekkan orang lain. Jangan angkat derajat jiwamu dengan cara menekan orang lain. Janganlah tenggelam di dalam memasuki urusan dunia sehingga hal itu dapat melupakan urusan akhiratmu. Dan janganlah engkau berbisik-bisik dengan seseorang, padahal di sebelahmu terdapat orang lain yang tidak diikutsertakan. Jangan merasa dirimu agung dan terhormat di hadapan manusia, karena hal itu akan membuat habis terputus nilai kebaikan-kebaikanmu di dunia dan akhirat. Janganlah berbuat keji di dalam majelis pertemuanmu sehingga akibatnya mereka akan menjauhimu karena buruknya akhlakmu. Janganlah engkau ungkit-ungkit kebaikanmu di hadapan orang lain. Janganlah engkau robek orang-orang dengan lidahmu yang akibatnya engkau pun akan dirobek-robek oleh anjing-anjing Jahannam, sebagaimana firman-Nya Ta’ala, “Demi yang merobek-robek dengan merobek yang sebenar-benarnya…” (QS An-Naaziyat [79]: 2) Di neraka itu, daging akan dirobek hingga mencapat tulang……..

Mendengar penuturan Nabi sedemikian itu, Mu’adz kembali bertanya dengan suaranya yang semakin lirih, “Wahai Rasulullah, Siapa sebenarnya yang akan mampu melakukan itu semua….??”

“Wahai Mu’adz…! Sebenarnya apa-apa yang telah aku paparkan tadi dengan segala penjelasannya serta cara-cara menghindari bahayanya itu semua akan sangat mudah bagi dia yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala…. Oleh karena itu cukuplah bagimu mencintai sesama manusia, sebagaimana engkau mencintai jiwamu sendiri, dan engkau membenci mereka sebagaimana jiwamu membencinya. Dengan itu semua niscaya engkau akan mampu dan selamat dalam menempuhnya…..!!”

Khalid bin Ma’dan kemudian berkata bahwa Mu’adz bin Jabal sangat sering membaca hadits tersebut sebagaimana seringnya beliau membaca Alquran, dan sering mempelajarinya serta menjaganya sebagaimana beliau mempelajari dan menjaga Alquran di dalam majelis pertemuannya.

Al-Ghazali Rahimahullah kemudian berkata, “Setelah kalian mendengar hadits yang sedemikian luhur beritanya, sedemikian besar bahayanya, atsarnya yang sungguh menggetarkan, serasa akan terbang bila hati mendengarnya serta meresahkan akal dan menyempitkan dada yang kini penuh dengan huru-hara yang mencekam. Kalian harus berlindung kepada Rabb-mu, Pemelihara Seru Sekalian Alam. Berdiam diri di ujung sebuah pintu taubat, mudah-mudahan kalbumu akan dibuka oleh Allah dengan lemah lembut, merendahkan diri dan berdoa, menjerit dan menangis semalaman. Juga di siang hari bersama orang-orang yang merendahkan diri, yang menjerit dan selalu berdoa kepada Allah Ta’ala. Sebab itu semua adalah sebuah persoalan bersar dalam hidupmu yang kalian tidak akan selamat darinya melainkan disebabkan atas pertolongan dan rahmat Allah Ta’ala semata.

Dan tidak akan bisa selamat dari tenggelamnya di lautan ini kecuali dengan hadirnya hidayah, taufiq serta inayah-Nya semata. Bangunlah kalian dari lengahnya orang-orang yang lengah. Urusan ini harus benar-benar diperhatikan oleh kalian. Lawanlah hawa nafsumu dalam tanjakan yang menakutkan ini. Mudah-mudahan kalian tidak akan celaka bersama orang-orang yang celaka. Dan mohonlah pertolongan hanya kepada Allah Ta’ala, kapan saja dan dalam kadaan bagaimanapun. Dialah yang Maha Menolong dengan sebaik-baiknya…

Wa laa haula wa laa quwwata illa billaah…




Friday, March 7, 2014

Sejengkal Namun Tak Bersapa


Pernah suatu masa di mana kita duduk bersama namun tak saling bersapa, bukan karena angkuh yang merajai hati, namun memang kala itu perkenalan belumlah ada. Kau dan aku masihlah dua asing dalam masing-masing lingkaran yang belum menemukan irisannya. 

Mungkin bukan sekali dua kali saja, bahkan puluhan hingga ratusan kali sesungguhnya takdir selalu mnyinggung kita, pada lingkaran yang sama. Mungkin saja kau juga berada di cafe yang sama ketika aku sedang menyeruput secangkir coklat hangat, dengan notebook menyala di meja. 

Mungkin kau juga ada di sana, saat akhir minggu kuhabiskan waktuku di toko buku, dan pulang dengan tertatih karena keresek belanjaan berisi buku cukup memberatkan tas punggungku. 

Atau mungkin, kau juga ada di sana, dalam imajinasi dan mimpi yang kuukir melaluin penaku. Mungkin kau yang hantarkan ide pada tulisanku, melalui doa yang tak pernah putus kau hantar padaku. 

Ya, aku yakin setidaknya kita sering tak sengaja berdekatan jarak meski beberapa jengkal saja. Kau tahu kenapa? Karena yakinku bila kita tertakdir bersama, hati kita selalu bersahutan untuk saling memanggil satu sama lainnya. 

Untuk-MU yang TERCINTA

Cinta kepada Allah itu ibarat pohon dalam hati, akarnya adalah merendahkan diri di hadapan Dzat yang dicintainya, batangnya adalah mengenal nama dan sifat Allah, rantingnya adalah rasa takut kepada (siksa)Nya, daunnya adalah rasa malu terhadap-Nya, buah yang dihasilkan adalah taat kepada-Nya dan penyiramnya adalah dzikir kepada-Nya. Kapanpun jika amalan-amalan tersebut berkurang maka berkurang pulalah mahabbahnya kepada Allah”. (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah ).

semoga ya,semoga kesibukan -kesibukan dunia tidak melalaikan hati dan iman  :)

 inget Allah dalam keadaan apapun ya novi,inget bahwa puncak cinta yang hakiki dan tertinggi hanya untuk Allah.Allah sudah sangat baik untukmu,sekarang fokusnya,apa yang akan kamu berikan untuk Allah ? kebaikankah atau keburukankah ? jangan buat Allah kecewa denganmu,buat Allah semakin cinta padamu. SEMANGATTTTTT


Pesan dari Allah untukmu dan untukku :

Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. ( hadits Shahih Muslim)

Sebuah Perjanjian

Bismillahirrahmanirrahim


kesadaran kita bahwa hidup bukan hanya sekedar ada,tetapi ada yang mengadakannya.hadir karena bukan hanya sekedar hadir,tetapi hadir karena ada yang menghadirkan.berfikir simple tapi terkadang kita lalai menyadarinya. padahal hakikinya ini adalah kesadaran yang harus dimiliki muslim sejati .allah menghidupkan kita dengan fasilitas yang diberikan-Nya,bukanlah tanpa tujuan.dan tujuan kita diciptkan oleh Allah adalah untuk beribadah hanya kepada-nya. hanya kepada allah sajalah kita mempertuhankan,kita meyakini,kita mecintainya,kita menyembah. kenapa ? karena ini adalah inti  kehidupan yaitu mempertuhankan Allah dan tidak boleh menyekutukannya dengan sesuatupun. inilah perjanjian yang harus selalu kita ingat. saya mencoba merefleksikan isi perjanjian manusia dan perintah beribadah dengan surat cinta-Nya.


Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",
(QS: Al-A'raf Ayat: 172)

Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat: 56).


kenyataannya,fenomena sekarang banyak daripada kita yang lalai untuk mempertuhankannya, mencintainya,menyembahnya.kita lebih mencintai apa-apa yang selain  daripada-Nya.,mencintai seorang kekasih yang berlebihan,mencintai harta,jabatan,anak-anak hingga lupa bahwa Allahlah yang layak untuk lebih kita cintai,kita sembah diatas segalanya di dunia ini ?


Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yg diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yg banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak & sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, & di sisi Allah-lah tempat kembali yg baik (surga).  (QS. Ali-Imran (3): 14)

wallahu a'lam bish shawab










Wednesday, February 26, 2014

Teruntuk Sebuah Nama Di Lauhul Mahfudzh

Selamat malam duhai yang shalih..
yang sedang melihat langit yang sama..
Selamat malam duhai yang baik akhlaknya..
yang mungkin telah terlelap bersama rasa lelahmu..
Selamat malam duhai yang baik perangainya..
 yang sedang berhijrah dan memperbaiki diri..
Selamat malam duhai yg baik agamanya..
yangmemiliki mimpi-mimpi besar untuk ditaklukan..
Selamat malam duhai yang baik hatinya...
yang mempunyai visi dan misi sama sepertiku..
Selamat malam duhai calon imamku.
yang tidak pernah bosan menuntut ilmu..
yang selalu berdialog dgn Allah di penghujung malamNya..

Selamat bermimpi duhai duhai surgaku..
yang akan mengingatkanku kalau tidak semua 'ungu' itu bagus..
yang akan memberitahuku kalau pelangi itu benar-benar ada..
yang akan menuntunku disaat aku buta arah jalanan ibukota yg berliku..
yang akan selalu tersenyum melihat tulisan ku yang tidak berpola..
 yang akan selalu tersenyum melihat tingkah lakuku yg kadang suka imbisil..
yang akan menegurku saat aku mulai futur..
yang akan menegurku saat aku mulai tidak sabar..
 yang memiliki hati yang luas, pundak yang lebar dan kaki yang kuat..

Selamat bermimpi duhai yang sangat ku hormati..
 yang nanti akan dipanggil ayah, oleh anak-anakku..
yang nanti akan dipanggil mas, oleh keluarga besarku..
 yang nanti akan kubuatkan santap sahur dan berbuka jika kita berpuasa..
yang nanti akan kubangunkan untuk qiyamul lail bersama..
 yang nanti akan mengajariku bacaan Al Qur'an dan bertadabbur bersama..

Aku percaya..
Siapapun kamu..
Kamu adalah..
Sesorang yang telah dituliskan namanya oleh Allah..
Seseorang yang telah diseleksi ketat oleh Allah..
Seseorang yang telah direstui oleh kedua orang tua dan keluargaku..
Seseorang yang bisa membawaku menuju syurgaNya Allah..
Seseorang yang akan selalu bisa bermanfaat untuk sesama..

Semoga..
Kita dapat menaklukkan mimpi-mimpi besar kita bersama..
Kita dapat menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah, dakwah dan berkah..
Kita bisa mewujudkan keluarga yang akan menginspirasi jutaan pemuda pemudi lainnya..
Kita bisa sama-sama membangun rumah masa depan kita, di syurga..
Memeluk Baginda Besar Nabi Muhammad SAW..

Dari yang menantimu, sambil terus berproses dan memantaskan  diri..
Dari yang menantimu dalam ketaatan..
Dari yang akan menyayangi dan mencintaimu, bila saatnya tiba.

Thursday, November 14, 2013

Sesibuk Apapun

Sesibuk Apapun

Sesibuk apapun, sempetin muji istri, nyisirin istri, mengecup kening dan ubun-ubunnya, merangkai puisi untuknya… Mengantarnya belanja…

Sesibuk apapun, sempetin menulis surat cinta, dan nyelipin di bawah bantalnya, sempetin belanja hal kecil tapi jadi kejutan untuknya. Bros, jepitan.

— Yusuf Mansur

Pernyataan di atas adalah hal sepele yang seringkali terlupakan para suami. Meskipun keliatannya sepele, tetapi para istri akan sangat tersanjung jika suami mereka mengingat hal-hal yang sepele ini. Kalau diliat perjuangan seorang istri yang dengan tulus dan ikhlas mencurahkan segala perhatian bagi suami dan keturunannya, seharusnya hal ini jangan sampai terlupakan.

:)

Dian Novia U.

Tuesday, November 5, 2013

LAGU GALAU ? KATAKAN TIDAK .

Sadar atau tidak, semakin kemari semakin banyak lagu dengan lirik-lirik cinta yang cengeng. Nggak percaya? Oke, saya sebutkan beberapa..

“Aku TERJATUH dan TAK BISA BANGKIT LAGI. Aku TENGGELAM dalam lautan LUKA DALAM. Aku TERSESAT dan tak tahu arah jalan pulang.. Aku tanpamu, BUTIRAN DEBU..” <– Ketiup angin sedikit aja, habis dah!

“Ku berlari kau terdiam, ku menangis kau tersenyum, ku berduka kau bahagia, ku pergi kau kembali.. Ku coba meraih mimpi, kau coba tuk hentikan mimpi.. Memang kita tak kan menyatu..” <– Judul lagunya “The Opposite”

“Jujur.. aku TAK SANGGUP, aku TAK BISA, aku TAK MAMPU, dan AKU TERTATIH..” <– Sudah sudah.. hidupmu nggak ada harapan lagi..

“Ku harus.. pergi meninggalkan kamu.. yang telah hancurkan aku.. sakitnya, sakitnya, oooh sakitnyaaaa..” <– Ditinggalkan, hancur, sakit.. perih!! Cup cup cup kasihan..

"E masbuloh, emang masalah buat lo ,Pacarku banyak, emang lagi cari jodoh ,E masbuloh, emang masalah buat lo, Cowokku banyak, buat happy-happy aja +> duhhh kasihan , kata tetangga saya ini tipikal cewe murahan,gapunya moral,mau aja gonta jd konsumsi publik .#hrrrrrr

Lihat kan, betapa cengengnya lirik-lirik lagu di atas.Dan lagu-lagu tersebutlah yang justru mendapatkan tempat, di hati banyak masyarakat. Gawat!

Katanya semua ini terjadi akibat para musisi ingin memenuhi selera lagu masyarakat Indonesia. Betulkah?  Coba kita lihat dari sisi yang lain. Sebetulnya, justru terlalu banyaknya lagu galau lah yang mempengaruhi selera masyarakat Indonesia. Apalagi menurut penelitian, mayoritas orang Indonesia memiliki karakter kepribadan dengan feelings yang sangat tinggi. Atau dengan kata lain, perasa.

Dapat nggak analoginya? Jadi justru semakin banyaknya produksi lagu galau lah yg menyebabkan selera masyarakat Indonesia begitu.

Apakah banyaknya lagu galau yang didengarkan itu berbahaya? Ya! Bahkan sangat berbahaya. Bingung? Yuk kita urai.

Otak manusia terbagi atas conscious mind (alam sadar) dan unconscious mind (alam bawah sadar. Dan dalam ilmu psikologi, alam bawah sadar memiliki peran sebanyak 80% untuk mempengaruhi perilaku keseharian manusia, sedangkan alam sadar hanya 20% saja.  Agar lebih terbayang.. alam bawah sadar itu kondisi-kondisi refleks manusia yang dibentuk atas kebiasan sehari-hari yang dilakukan berulang-ulang. Bicara, sikap, perilaku, hingga cara kita mengambil sebuah keputusan, lebih banyak didominasi oleh kondisi alam bawah sadar kita.

Dan musik dengan lirik-lirik yang menyentuh perasaan, menyentuh sisi emosional manusia itu sangat mudah dan sangat cepat masuk ke alam bawah sadar. Itulah kenapa, meskipun kita tidak terlalu suka lagu-lagu cengeng.. ternyata kita bisa dengan cepat menghafal liriknya, tanpa sadar.

Tapi itu belum seberapa. Yang lebih parah, semakin sering kita mendengarkan lagu galau .. semakin kita menjadi pribadi yg rapuh dan rentan terluka. Mau cek berapa banyak orang galau di Indonesia? Ketik saja “GALAU” di bagian search twitter terutama pada pk 20.00 ke atas. Sangat populer berkeliaran di timeline, hingga dini hari. Hehehe, saya pernah coba.

Mendengarkan lagu galau, terutama saat diri kita sedang terluka, dipastikan lukanya malah akan semakin dalam, sebab kondisi terpuruk diputar berulang-ulang dalam bentuk lagu, dan merasuk hingga alam bawah sadar. Akibatnya, tumbuhlah generasi-generasi muda yg berkepribadian rapuh, mellow, rentan terluka, dan hanya berfokus pada cinta. Dan ternyata, orang yang putus cinta atau patah hati kemudian bunuh diri setelah mendengarkan lagu galau berkali-kali itu banyak sekali. Heran, kok seneng melukai diri sendiri.

Mungkin selama ini banyak yang belum mengetahui tentang hal ini. Mendengarkan lagu galau dianggap sama saja dengan mendengarkan lagu pada umumnya. Padahal efeknya melemahkan.. tembus ke alam bawah sadar. Sampai ke hati malah..upsss!!!! saya pernah membaca salah satu hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam,Rasulullah bersabda :

“Ketahuilah bahwa dalam tubuh ini terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh tubuh ini. Dan sebaliknya apabila ia rusak maka rusak pula seluruh tubuh ini.” (HR. Bukhari)”

 “Hati bagaikan seorang raja atau panglima perang yang mengawasi prajurit dan tentaranya. Dari hatilah bersumber segala perintah terhadap anggota badan."

Pendengaran, penglihatan dan hati merupakan anugrah serta kenikmatan yang amat besar, Allah pun hanya meminta rasa syukur dari kita. Syukur dengan cara menggunakan ketiga potensi tersebut secara optimal serta dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif sesuai dengan perintah-Nya


Seandainya kita mencermati kenyataan yang ada, akan jelas bagi kita bahwa nyanyian dan musik itu menghalangi hati dari (memperhatikan dan memahami) Al Qur’an. Bahkan keduanya mendorong untuk terpesona menatap kefasikan. Terkadang kita sering menggambarkan isi hati kita lewat lagu.apalagi kalau kondisi kita saat itu lagi galau karena putus cinta,diselingkuhin,dan lain-lain. alhasil kita pun terbuai dengan angan-angan,menyentuh hati  dan memuncak kesedihan kita.dan tanpa disadari kita dibuat nangis karena sebuah lagu.

Allah menegaskan dalam al-qur’an

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai. (QS. 7:179)

Adakah pernah timbul rasa rindu ketika kita mendengar ayat-ayat al-qur’an dibacakan? Pernahkah muncul perasaan  haru dan tunduk atau khusyu’ yang dalam saat kita membacanya? pernahkah kita menangis ketika dibacakan ayat-ayat suci al-qur’an ? menangis karena selama ini kita sudah jauh dari mengingat Allah ? mengingat segala petunjuk larangan dan perintah yang telah jelas tertulis di Al-qur’an ?

Coba bandingkan tatkala kita mendengarkan nyanyian dan alat musik!

apabila dilantunkan sebuah lagu niscaya nyanyian itu dengan segera masuk ke dalam pendengarannya, terbesit dari kedua matanya ungkapan perasaannya, kakinya bergoyang-goyang, menghentak-hentak ke lantai, tangannya bertepuk gembira, dan tubuhnya meliuk menari-nari, api syahwat kerinduan dalam dirinya pun memuncak.namun ketika mendengar Al Qur’an (dibacakan), tidaklah berhenti gerak mereka dan ayat-ayat itu tidak berpengaruh bagi perasaannya

Astaghfirullahaladzim,semoga Allah menjauhkan kita semua  dari hal-hal yang membuat kita lalai untuk mengingat Allah. Karena sesungguhnya otak ini,jiwa ini,hati ini adalah titipan Allah.kita jaga sebaik mungkin,jangan mau dirusak,disakiti,dihancurkan karena kita lalai mengingat Allah.

semoga Allah memberikan kekuatan dan kepekaan yang  lebih ke kita semua agar bisa memaksimalkan fungsi telinga,hati,mata dan akal kita ke jalan yang DIA ridhoi.

Alllah Kembali menegaskan dalam Qalam-Nya :

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak ada bagimu ilmu/pengetahuan; Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan ditanya/dipertanggungjawabkan” (Al-Isra’ 17:36).

Yuk selamatkan masa depan kita yang seharusnya diisi dengan mengingat Allah,berbagi keceriaan, manfaat, semangat, melambungkan cita-cita dan harapan, dengan sebuah cara sederhana: DELETE semua lagu galau dari playlist. SEKARANG! :)


NB =>> Kekuatan kata-kata itu luar biasa mempengaruhi,apalagi kalau diulang-ulang,bisa masuk ke alam bawah sadar,otak terpogram dengan begitu dahsyatnya.Alhasil terbuai angan-angan,galau,sedih,gundah,dan menangis.

 “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari kalangan) manusia dan (dari kalangan) jin, yang mereka satu sama lain saling membisikkan perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia)” (QS al-An’aam:112)."

Karena sesungguhnya alangkah indah dan bahagianya bila hati,pendengaran dimanfaatkan untuk  mengingat Allah.

"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’du:28)."