Sadar atau tidak,
semakin kemari semakin banyak lagu dengan lirik-lirik cinta yang cengeng. Nggak
percaya? Oke, saya sebutkan beberapa..
“Aku TERJATUH dan TAK
BISA BANGKIT LAGI. Aku TENGGELAM dalam lautan LUKA DALAM. Aku TERSESAT dan tak
tahu arah jalan pulang.. Aku tanpamu, BUTIRAN DEBU..” <– Ketiup angin
sedikit aja, habis dah!
“Ku berlari kau
terdiam, ku menangis kau tersenyum, ku berduka kau bahagia, ku pergi kau
kembali.. Ku coba meraih mimpi, kau coba tuk hentikan mimpi.. Memang kita tak
kan menyatu..” <– Judul lagunya “The Opposite”
“Jujur.. aku TAK
SANGGUP, aku TAK BISA, aku TAK MAMPU, dan AKU TERTATIH..” <– Sudah sudah..
hidupmu nggak ada harapan lagi..
“Ku harus.. pergi
meninggalkan kamu.. yang telah hancurkan aku.. sakitnya, sakitnya, oooh
sakitnyaaaa..” <– Ditinggalkan, hancur, sakit.. perih!! Cup cup cup
kasihan..
"E masbuloh, emang masalah buat lo ,Pacarku banyak, emang lagi cari jodoh ,E masbuloh, emang masalah buat lo, Cowokku banyak, buat happy-happy aja +> duhhh kasihan , kata tetangga saya ini tipikal cewe murahan,gapunya moral,mau aja gonta jd konsumsi publik .#hrrrrrr
Lihat kan, betapa
cengengnya lirik-lirik lagu di atas.Dan lagu-lagu tersebutlah yang justru
mendapatkan tempat, di hati banyak masyarakat. Gawat!
Katanya semua ini
terjadi akibat para musisi ingin memenuhi selera lagu masyarakat Indonesia.
Betulkah? Coba kita lihat dari sisi yang
lain. Sebetulnya, justru terlalu banyaknya lagu galau lah yang mempengaruhi
selera masyarakat Indonesia. Apalagi menurut penelitian, mayoritas orang
Indonesia memiliki karakter kepribadan dengan feelings yang sangat tinggi. Atau
dengan kata lain, perasa.
Dapat nggak analoginya?
Jadi justru semakin banyaknya produksi lagu galau lah yg menyebabkan selera
masyarakat Indonesia begitu.
Apakah banyaknya lagu
galau yang didengarkan itu berbahaya? Ya! Bahkan sangat berbahaya. Bingung? Yuk
kita urai.
Otak manusia terbagi
atas conscious mind (alam sadar) dan unconscious mind (alam bawah sadar. Dan
dalam ilmu psikologi, alam bawah sadar memiliki peran sebanyak 80% untuk
mempengaruhi perilaku keseharian manusia, sedangkan alam sadar hanya 20%
saja. Agar lebih terbayang.. alam bawah
sadar itu kondisi-kondisi refleks manusia yang dibentuk atas kebiasan
sehari-hari yang dilakukan berulang-ulang. Bicara, sikap, perilaku, hingga cara
kita mengambil sebuah keputusan, lebih banyak didominasi oleh kondisi alam
bawah sadar kita.
Dan musik dengan
lirik-lirik yang menyentuh perasaan, menyentuh sisi emosional manusia itu
sangat mudah dan sangat cepat masuk ke alam bawah sadar. Itulah kenapa,
meskipun kita tidak terlalu suka lagu-lagu cengeng.. ternyata kita bisa dengan
cepat menghafal liriknya, tanpa sadar.
Tapi itu belum
seberapa. Yang lebih parah, semakin sering kita mendengarkan lagu galau ..
semakin kita menjadi pribadi yg rapuh dan rentan terluka. Mau cek berapa banyak
orang galau di Indonesia? Ketik saja “GALAU” di bagian search twitter terutama
pada pk 20.00 ke atas. Sangat populer berkeliaran di timeline, hingga dini
hari. Hehehe, saya pernah coba.
Mendengarkan lagu
galau, terutama saat diri kita sedang terluka, dipastikan lukanya malah akan
semakin dalam, sebab kondisi terpuruk diputar berulang-ulang dalam bentuk lagu,
dan merasuk hingga alam bawah sadar. Akibatnya, tumbuhlah generasi-generasi
muda yg berkepribadian rapuh, mellow, rentan terluka, dan hanya berfokus pada
cinta. Dan ternyata, orang yang putus cinta atau patah hati kemudian bunuh diri
setelah mendengarkan lagu galau berkali-kali itu banyak sekali. Heran, kok
seneng melukai diri sendiri.
Mungkin selama ini
banyak yang belum mengetahui tentang hal ini. Mendengarkan lagu galau dianggap
sama saja dengan mendengarkan lagu pada umumnya. Padahal efeknya melemahkan..
tembus ke alam bawah sadar. Sampai ke hati malah..upsss!!!! saya pernah membaca
salah satu hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam,Rasulullah bersabda
:
“Ketahuilah
bahwa dalam tubuh ini terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula
seluruh tubuh ini. Dan sebaliknya apabila ia rusak maka rusak pula seluruh
tubuh ini.” (HR. Bukhari)”
“Hati bagaikan seorang raja atau panglima
perang yang mengawasi prajurit dan tentaranya. Dari hatilah bersumber segala
perintah terhadap anggota badan."
Pendengaran, penglihatan dan hati merupakan anugrah serta kenikmatan
yang amat besar, Allah pun hanya meminta rasa syukur dari kita. Syukur dengan
cara menggunakan ketiga potensi tersebut secara optimal serta dimanfaatkan
untuk hal-hal yang positif sesuai dengan perintah-Nya
Seandainya kita
mencermati kenyataan yang ada, akan jelas bagi kita bahwa nyanyian dan musik
itu menghalangi hati dari (memperhatikan dan memahami) Al Qur’an. Bahkan
keduanya mendorong untuk terpesona menatap kefasikan. Terkadang kita sering
menggambarkan isi hati kita lewat lagu.apalagi kalau kondisi kita saat itu lagi
galau karena putus cinta,diselingkuhin,dan lain-lain. alhasil kita pun terbuai dengan
angan-angan,menyentuh hati dan memuncak kesedihan
kita.dan tanpa disadari kita dibuat nangis karena sebuah lagu.
Allah menegaskan dalam al-qur’an
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai. (QS. 7:179)
Adakah pernah timbul
rasa rindu ketika kita mendengar ayat-ayat al-qur’an dibacakan? Pernahkah
muncul perasaan haru dan tunduk atau
khusyu’ yang dalam saat kita membacanya? pernahkah kita menangis ketika
dibacakan ayat-ayat suci al-qur’an ? menangis karena selama ini kita sudah jauh
dari mengingat Allah ? mengingat segala petunjuk larangan dan perintah yang
telah jelas tertulis di Al-qur’an ?
Coba bandingkan tatkala
kita mendengarkan nyanyian dan alat musik!
apabila dilantunkan
sebuah lagu niscaya nyanyian itu dengan segera masuk ke dalam pendengarannya,
terbesit dari kedua matanya ungkapan perasaannya, kakinya bergoyang-goyang,
menghentak-hentak ke lantai, tangannya bertepuk gembira, dan tubuhnya meliuk
menari-nari, api syahwat kerinduan dalam dirinya pun memuncak.namun ketika mendengar
Al Qur’an (dibacakan), tidaklah berhenti gerak mereka dan ayat-ayat itu tidak
berpengaruh bagi perasaannya
Astaghfirullahaladzim,semoga Allah menjauhkan
kita semua dari hal-hal yang membuat
kita lalai untuk mengingat Allah. Karena sesungguhnya otak ini,jiwa ini,hati
ini adalah titipan Allah.kita jaga sebaik mungkin,jangan mau
dirusak,disakiti,dihancurkan karena kita lalai mengingat Allah.
semoga Allah memberikan
kekuatan dan kepekaan yang lebih ke kita
semua agar bisa memaksimalkan fungsi telinga,hati,mata dan akal kita ke jalan
yang DIA ridhoi.
Alllah Kembali menegaskan dalam Qalam-Nya :
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak ada bagimu ilmu/pengetahuan; Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan ditanya/dipertanggungjawabkan” (Al-Isra’ 17:36).
Yuk selamatkan masa
depan kita yang seharusnya diisi dengan mengingat Allah,berbagi keceriaan, manfaat,
semangat, melambungkan cita-cita dan harapan, dengan sebuah cara sederhana:
DELETE semua lagu galau dari playlist. SEKARANG! :)
NB =>> Kekuatan kata-kata itu luar biasa mempengaruhi,apalagi kalau diulang-ulang,bisa masuk ke alam bawah sadar,otak terpogram dengan begitu dahsyatnya.Alhasil terbuai angan-angan,galau,sedih,gundah,dan menangis.
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap
nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari kalangan) manusia dan (dari kalangan)
jin, yang mereka satu sama lain saling membisikkan perkataan-perkataan yang
indah untuk menipu (manusia)” (QS al-An’aam:112)."
Karena sesungguhnya alangkah indah dan
bahagianya bila hati,pendengaran dimanfaatkan untuk mengingat
Allah.
"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’du:28)."