Tuesday, November 5, 2013

LAGU GALAU ? KATAKAN TIDAK .

Sadar atau tidak, semakin kemari semakin banyak lagu dengan lirik-lirik cinta yang cengeng. Nggak percaya? Oke, saya sebutkan beberapa..

“Aku TERJATUH dan TAK BISA BANGKIT LAGI. Aku TENGGELAM dalam lautan LUKA DALAM. Aku TERSESAT dan tak tahu arah jalan pulang.. Aku tanpamu, BUTIRAN DEBU..” <– Ketiup angin sedikit aja, habis dah!

“Ku berlari kau terdiam, ku menangis kau tersenyum, ku berduka kau bahagia, ku pergi kau kembali.. Ku coba meraih mimpi, kau coba tuk hentikan mimpi.. Memang kita tak kan menyatu..” <– Judul lagunya “The Opposite”

“Jujur.. aku TAK SANGGUP, aku TAK BISA, aku TAK MAMPU, dan AKU TERTATIH..” <– Sudah sudah.. hidupmu nggak ada harapan lagi..

“Ku harus.. pergi meninggalkan kamu.. yang telah hancurkan aku.. sakitnya, sakitnya, oooh sakitnyaaaa..” <– Ditinggalkan, hancur, sakit.. perih!! Cup cup cup kasihan..

"E masbuloh, emang masalah buat lo ,Pacarku banyak, emang lagi cari jodoh ,E masbuloh, emang masalah buat lo, Cowokku banyak, buat happy-happy aja +> duhhh kasihan , kata tetangga saya ini tipikal cewe murahan,gapunya moral,mau aja gonta jd konsumsi publik .#hrrrrrr

Lihat kan, betapa cengengnya lirik-lirik lagu di atas.Dan lagu-lagu tersebutlah yang justru mendapatkan tempat, di hati banyak masyarakat. Gawat!

Katanya semua ini terjadi akibat para musisi ingin memenuhi selera lagu masyarakat Indonesia. Betulkah?  Coba kita lihat dari sisi yang lain. Sebetulnya, justru terlalu banyaknya lagu galau lah yang mempengaruhi selera masyarakat Indonesia. Apalagi menurut penelitian, mayoritas orang Indonesia memiliki karakter kepribadan dengan feelings yang sangat tinggi. Atau dengan kata lain, perasa.

Dapat nggak analoginya? Jadi justru semakin banyaknya produksi lagu galau lah yg menyebabkan selera masyarakat Indonesia begitu.

Apakah banyaknya lagu galau yang didengarkan itu berbahaya? Ya! Bahkan sangat berbahaya. Bingung? Yuk kita urai.

Otak manusia terbagi atas conscious mind (alam sadar) dan unconscious mind (alam bawah sadar. Dan dalam ilmu psikologi, alam bawah sadar memiliki peran sebanyak 80% untuk mempengaruhi perilaku keseharian manusia, sedangkan alam sadar hanya 20% saja.  Agar lebih terbayang.. alam bawah sadar itu kondisi-kondisi refleks manusia yang dibentuk atas kebiasan sehari-hari yang dilakukan berulang-ulang. Bicara, sikap, perilaku, hingga cara kita mengambil sebuah keputusan, lebih banyak didominasi oleh kondisi alam bawah sadar kita.

Dan musik dengan lirik-lirik yang menyentuh perasaan, menyentuh sisi emosional manusia itu sangat mudah dan sangat cepat masuk ke alam bawah sadar. Itulah kenapa, meskipun kita tidak terlalu suka lagu-lagu cengeng.. ternyata kita bisa dengan cepat menghafal liriknya, tanpa sadar.

Tapi itu belum seberapa. Yang lebih parah, semakin sering kita mendengarkan lagu galau .. semakin kita menjadi pribadi yg rapuh dan rentan terluka. Mau cek berapa banyak orang galau di Indonesia? Ketik saja “GALAU” di bagian search twitter terutama pada pk 20.00 ke atas. Sangat populer berkeliaran di timeline, hingga dini hari. Hehehe, saya pernah coba.

Mendengarkan lagu galau, terutama saat diri kita sedang terluka, dipastikan lukanya malah akan semakin dalam, sebab kondisi terpuruk diputar berulang-ulang dalam bentuk lagu, dan merasuk hingga alam bawah sadar. Akibatnya, tumbuhlah generasi-generasi muda yg berkepribadian rapuh, mellow, rentan terluka, dan hanya berfokus pada cinta. Dan ternyata, orang yang putus cinta atau patah hati kemudian bunuh diri setelah mendengarkan lagu galau berkali-kali itu banyak sekali. Heran, kok seneng melukai diri sendiri.

Mungkin selama ini banyak yang belum mengetahui tentang hal ini. Mendengarkan lagu galau dianggap sama saja dengan mendengarkan lagu pada umumnya. Padahal efeknya melemahkan.. tembus ke alam bawah sadar. Sampai ke hati malah..upsss!!!! saya pernah membaca salah satu hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam,Rasulullah bersabda :

“Ketahuilah bahwa dalam tubuh ini terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh tubuh ini. Dan sebaliknya apabila ia rusak maka rusak pula seluruh tubuh ini.” (HR. Bukhari)”

 “Hati bagaikan seorang raja atau panglima perang yang mengawasi prajurit dan tentaranya. Dari hatilah bersumber segala perintah terhadap anggota badan."

Pendengaran, penglihatan dan hati merupakan anugrah serta kenikmatan yang amat besar, Allah pun hanya meminta rasa syukur dari kita. Syukur dengan cara menggunakan ketiga potensi tersebut secara optimal serta dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif sesuai dengan perintah-Nya


Seandainya kita mencermati kenyataan yang ada, akan jelas bagi kita bahwa nyanyian dan musik itu menghalangi hati dari (memperhatikan dan memahami) Al Qur’an. Bahkan keduanya mendorong untuk terpesona menatap kefasikan. Terkadang kita sering menggambarkan isi hati kita lewat lagu.apalagi kalau kondisi kita saat itu lagi galau karena putus cinta,diselingkuhin,dan lain-lain. alhasil kita pun terbuai dengan angan-angan,menyentuh hati  dan memuncak kesedihan kita.dan tanpa disadari kita dibuat nangis karena sebuah lagu.

Allah menegaskan dalam al-qur’an

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai. (QS. 7:179)

Adakah pernah timbul rasa rindu ketika kita mendengar ayat-ayat al-qur’an dibacakan? Pernahkah muncul perasaan  haru dan tunduk atau khusyu’ yang dalam saat kita membacanya? pernahkah kita menangis ketika dibacakan ayat-ayat suci al-qur’an ? menangis karena selama ini kita sudah jauh dari mengingat Allah ? mengingat segala petunjuk larangan dan perintah yang telah jelas tertulis di Al-qur’an ?

Coba bandingkan tatkala kita mendengarkan nyanyian dan alat musik!

apabila dilantunkan sebuah lagu niscaya nyanyian itu dengan segera masuk ke dalam pendengarannya, terbesit dari kedua matanya ungkapan perasaannya, kakinya bergoyang-goyang, menghentak-hentak ke lantai, tangannya bertepuk gembira, dan tubuhnya meliuk menari-nari, api syahwat kerinduan dalam dirinya pun memuncak.namun ketika mendengar Al Qur’an (dibacakan), tidaklah berhenti gerak mereka dan ayat-ayat itu tidak berpengaruh bagi perasaannya

Astaghfirullahaladzim,semoga Allah menjauhkan kita semua  dari hal-hal yang membuat kita lalai untuk mengingat Allah. Karena sesungguhnya otak ini,jiwa ini,hati ini adalah titipan Allah.kita jaga sebaik mungkin,jangan mau dirusak,disakiti,dihancurkan karena kita lalai mengingat Allah.

semoga Allah memberikan kekuatan dan kepekaan yang  lebih ke kita semua agar bisa memaksimalkan fungsi telinga,hati,mata dan akal kita ke jalan yang DIA ridhoi.

Alllah Kembali menegaskan dalam Qalam-Nya :

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak ada bagimu ilmu/pengetahuan; Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan ditanya/dipertanggungjawabkan” (Al-Isra’ 17:36).

Yuk selamatkan masa depan kita yang seharusnya diisi dengan mengingat Allah,berbagi keceriaan, manfaat, semangat, melambungkan cita-cita dan harapan, dengan sebuah cara sederhana: DELETE semua lagu galau dari playlist. SEKARANG! :)


NB =>> Kekuatan kata-kata itu luar biasa mempengaruhi,apalagi kalau diulang-ulang,bisa masuk ke alam bawah sadar,otak terpogram dengan begitu dahsyatnya.Alhasil terbuai angan-angan,galau,sedih,gundah,dan menangis.

 “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari kalangan) manusia dan (dari kalangan) jin, yang mereka satu sama lain saling membisikkan perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia)” (QS al-An’aam:112)."

Karena sesungguhnya alangkah indah dan bahagianya bila hati,pendengaran dimanfaatkan untuk  mengingat Allah.

"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’du:28)."



0 comments:

Post a Comment