Wednesday, January 21, 2015

Menanti Pendamping Sejati

Datangnya jodoh seringkali berlangsung dengan jalan yang unik.Yang didekati terus-terusan,malah menjauh.Yang dikira jauh,malah mendekat.Yang dulunya dikira gak bakal jadi,malah jad nikah.Yang awalnya dikira bakal berjodoh,malah terpisah.

Maka jangan pernah berfkir bahwa jodoh itu terkait erat oleh seberapa lama kau mengenalnya.Jangan pernah mengira bahwa jodoh bergantung pada seberapa dekat kau menjalani hubungan dengannya.Karena itu tak ada kaitannya.

Allah yang memilhkan.Maka betapa indahnya jika diri mengikhlaskan jodoh sesuai dengan pilihan Tuhan.Tidak sakit hati jika dijauhkan dan senantiasa berdoa agar dipertemukan dengan yang terbaik menurut Allah.

Meskipun terpisah jutaan kilometer.gak saling kenal,gak pernah ketemu sebelumnya,gak pernah melakukan pendekatan yang intens,gak pernah pacaran,kalau emang jodoh,Tuhan punya buaanyaakk cara untuk menyatukan kalian.Lalu,ngabisin waktu buat sedih ?

Berbaik sangka saja pada Allah.Tuhan tak mempertemukan saat ini mungkin kau dirasa belum siap.Tugas kita meluruskan niat,memaksimalkan ikhtiar,memperbaiki diri,dan memperindah akhlak.Sisanya ? Biarkan Tuhan yang Maha memlihkan.

Nasehat untukmu yang masih sendiri.Sebaik-baik masa penantian adalah menanti dengan produktif.padatkan waktu
1.  Untuk memperluas ilmu dan memperbaiki diri
2.  Untuk memperluas kontribusi
3.  Untuk mengejar mimpi dan prestasi
4.   Untuk mendekatkan diri pada ilahi


Dengan keempat kesibukan itu,insyaAllah kelak engkau dipertemukan dengan sebaik-baik kekasih.Allah memilihkan pendamping hidup yang kualitas dan kepribadiannya pantas dan layak untuk kita.Jangan sedih,jangan galau.Justru syukuri.Karena tuhan masih memberimu waktu untuk menjemput sebaik-betap baik kekasih.Selektiflah pilih pendamping hidup.Istri dan suami yang sholeh/sholehah insyaAllah tak hanya bahagia dunianya,tapi tetap bisa idup bersama hingga di surga-Nya.

Tuesday, January 20, 2015

Belajar Menerima

Kita sering melihat, ada orang yang menyenangkan hati banyak orang, ada yang keberadaanya sangat mudah diterima oleh orang lain, mereka begitu dicintai banyak orang.

Semata-mata bukan hanya karena ia baik dan sempurna di mata orang lain, ia diapresiasi karena…

mudah menerima kekurangan orang lain.

Yang suka keselan, yang suka kecewa, yang suka bertanya-tanya kenapa seringkali ga bisa sabar ngehadepin orang lain, coba tengok diri sendiri. Mungkin pribadi kita terlalu egois untuk dimengerti oleh orang lain.

Belajarlah..
Cobalah untuk mengerti orang lain.
Menerima sebab dan alasan mengapa mereka begini, mereka begitu.

Menerima kekurangan orang lain adalah salah satu kunci kesuksesan untuk memiliki hubungan interpersonal yang baik dengan orang lain.

Trust me, it works.


Sunday, January 18, 2015

Integritas

Apakah bacaan yang bismirabbik itu ? Beberapa ulama memaknai ini sebagai anjuran untuk membaca bacaan yang memberi manfaat dan dampak positif bagi pembacanya.

Apa saja yang perlu dibaca oleh seorang muslim? Menurut saya ada banyak bacaan yang hendaknya menjadi prioritas kita.Diantaranya:
- Kitab Suci Al-Qur'an
- Tulisan para ulama
- Buku Biografi
- Buku Motivasi
- Buku yang sesuai passion
- dan Buku-buku yang bermanfaat lainnya

Datangnya hikmah bisa datang dari siapapun dan media apapun.salah satunya adalah buku.malamini saya akan berbagi tentang hikmah apa yang saya ambil dari buku yang sudah saya baca.

Kita mengenal rasulullah sebagai manusia teladan yang memberi banyak sekali contoh tentang pentingnya integritas.Bahkan abu jahal yang selama hidupna memusuhi islam dan sempat mau membunuh Rasulullah saja pernah mengatakan “Kami tidak mendustakanmu,wahai Muhammad.Kami hanya mendustakan agama yang engkau dakwahkan.”Tak ada yang meragukan kredibilitas Rasulullah.Itulah mengapa semenjak kecil beliau sudah menyandang julukan al-amin,yang dapat dipercaya.

Manusia tak punya nilai sama sekali di hadapan manusia yang lain ketika integritasnya tercoreng di masyarakat.kejujursan itu mencerminkan hamper keseluruhan akhlak, Jika kejujuran telah cacat,maka akhlak yang lain juga tercederai.Itulah sebab mengapa agama member prioritas terhadap sikap jujur.Bahkan kejujuran dijadikan sebagai salah satu kunci untuk meraih kesejahteraan kelak di alam abadi.

Rasulullah bersabda ,”Sesungguhnya kejujuran akan membawa kebagaikan dan kebaikan akan mengantarkan orang kedalam surge.Tidaklah seseorang selalu berkata jujur atau berusaha selalu jujur sehingga Allah mencatatnya sebagai orang yang jujur.Sebalikna kedustaan akan membawa kedurhakaan ,dan kedurhakaan akan menjerumuskan orang ke neraka.Dan tidaklah seseorang selalu berdusta atau berusaha menutupi kedustaannya dengan kedustaan yang lain kecuali Allah akan mencatatna sebagai seseorang pendusta,(HR.Muttafaq Alaih dari Ibn Mas’ud)

Suatu  hari,ada seorang kafir yang hendak masuk islam.Ia sangat kesulitan meninggalkan beberapa tindakan negative yang sudah dilakukannya sejak masa kejahilianna.Bagaimana nasihat Rasulullah? Ternyata Rasulullah hanya berkata singkat padanya,”Jangan berbohong!” Kalimat singkat,tetapi bernas ini mengandung nilai edukasi yang tinggi,yaitu pentingnya sebuah kejujuran.

Jujur adalah syarat mutlak untuk meraih kebahagiaan.Secara psikologis orang jujur hatinya akan selalu tenteram,damai,dan bahagia.Tak ada rasa waswas ataupun takut.Sebaliknya orang yang berdusta,hidupnya  tidak tenang.Jiwanya senantiasa dihantui oleh rasa khawatir,takut kebohongannya akan terbongkar.

Bagaimana memulai sebuah pola hidup yang berlandaskan kejujuran? Dimulai dari diri sendiri.
- Jangan sampai hati membenarkan tapi raga mengingkari.
- Jangan sampai keinginan nurani diberontak oleh raga sendiri.

Senantiasala meminta fatwa dari hati nurani.Karena nurani senantiasa menggetarkan suara     kebenaran.Rasulullah berwasiat”Istafti Qalbaka”,minta fatwalah kepada hatimu.Lalu raga,tautkan dengan jiwa.kompaklah,ketika raga menuruti panggilan nurani,saat itula diri kita tak akan pernah bertindak menentang kebenaran hakiki.


Friday, January 16, 2015

Orientasi Hidup

Parameter bahagia tidaknya kita kelak di akhirat tidak ditentukan oleh pendidikan akademis.Di alam kubur nanti insyaAllah kita tak akan ditanya berapa nilai rapormu,berapa rankingmu,berapa IP-mu,kita ditanya,apakah ilmu kita manfaat atau tidak.

Di akirat kita tak akan ditanya berapagajimu,berapa omzet usahamu,berapa banyak tabungan rekeningmu.Kita tak akan ditanya seberapa mahal harga mobil kita,seberapa luas tanah kita,seberapa megah bangunan rumah kita.Kelak yang jadi pertanyaa akhirat,darimana hartamu kau dapat,dan jalan apa kau belanjakan.lalu pertanyaannya,untuk apa kita mengumpulkan sebanyak-banyaknya harta jika semua itu justru memperberat beban kita di alam baqa.Untuk apa kita timbun kekayaam dengan jalan meremahkan harta yang haram?

Di akhirat kia tak ditanya,berapa banyak trofi kejuaraan yang kau raih.Kita tak akan ditanya seberapa banyak tumpukan sertifikat kegiatan yang kita koleksi.kelak yang jadi pertanyaan mahsyar,adalah terkait prestasi shalat kita,prestasi puasa kita,prestasi ibadah-ibadah kita.Lalu mengapa kita malah mengejar prestasi dunia dan malah lupa dengan ibadah ?

Sebagaimana Rasulullah bersabda,” Sabda Nabi saw "Takkan bergeser kedua kaki manusia pada hari kiamat sampai selesai ditanya tentang empat perkara:
1.      Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan 
2.      Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan
3.      Tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan
4.      Tentang ilmunya, apa yang sudah diperbuat dengannya. " (HR. Tirmidzi)

Maka saudaraku mari kita saling mengingatkan,saling menasihatkan.Karena bisa jadi iman di jiwa kita terus naik dan turun.Kita butuh pengingat,kita perlu hadirnya sahabat yang member nasihat.Mari kita jadikan segala prestasi dunia hanya sebagai perantara untuk lebih dekat dengan Allah,lebih taat pada-Nya,lebih aktif memperjuangkan agama-Nya.

"Jangan sampai perolehan dunia malah membuat kita semakin sombong,makin cinta dunia,makin lupa akhirat.Karena bukankah kita hidup di sini hanya untuk mencari bekal menghadap-Nya.Hanya itu."

Kalau kita begitu berambisi untuk mengumpulkan sebanyak mungkin harta,mengoleksi sebanyak mungkin penghargaan,mengumpulkan sebanyak mungkin gelar,lantas karena ambisi-ambisi itu kita melupakan ambisi akhirat,maka sungguh kita bagaikan orang ang sibuk mencari jarum hingga lupa bahwa saat sedang mencari jarum itu ia sedang kehilangan perhiasan emasnya.

Maka mari kita menjadi pribadi yang bijak dalam memprioritaskan hidup.Menyadari dengan penuh bahwa dunia adalah ladang tempat kita bercocok tanam.Silahkan menanam apapun di lahan usia kita.Yang pasti,kelak di akhirat kita akan menjalani panen raya.Jika kita tanam kebaikan,maka yang akan kita raih adalah kebahagiaan.Namun jika yang kita tabor adala benih  keburukan,maka bersiaplah menuai balasan siksa yang amat pedih dari-Nya

"Disarikan dari buku (Jangan sampai Ada dan Tiadamu di Dunia Tak ada Bedanya ) Writter Ahmad Rifai Rifan"


Monday, January 5, 2015

Hope

Allah merahasiakan sesuatu di setiap pertemuan. Entah sebagai anugerah atau sekadar pelajaran. Padamu kelak, semoga pertemuan itu adalah anugerah. 

Jakarta,05 Januari 2015.