Thursday, April 16, 2015

Baiti Jannati

“Al-ummu madrosatul uula… Ibu adalah sekolah atau pendidik pertama bagi anaknya. Ibu bagaikan sebuah sekolah apabila engkau menyiapkannya.. Engkau telah menyiapkan bangsa yang berkepribadian.” 

Setiap perempuan adalah guru dan pengajar. Paling tidak, guru dan pengajar bagi anaknya sendiri. Sehebat-hebatnya guru di luar sana, tak ada guru sehebat ibu yang selalu mengajar dan mendidik anaknya hampir 24 jam penuh. Karena pelajaran kehidupan itu bukan hanya membaca atau berhitung.Ada pelajaran yang jauh lebih penting dari itu..Mengenal Rabbnya,mengenal nabinya.mengenal agamanya.Bagaimana berakhlak mulia,bagaimana beraqidah yang lurus.Mengenalkannya pada kehidupan,mengenalkan apa itu cinta dan rasa empati..Tak hanya sekadar teori,tapi mengajarkan semua itu dalam bentuk nyata,dalam segala tidak kesehariaan.Mereka,anak-anak,belajar semua itu langsung dari sang guru  pertama dan utama,yaitu ibu mereka.Mereka belajar lewat  apa yang ibu mereka ucapkan dan lakukan.

Ketika saya kecil dulu..ibu saya seringkali memberikan nasehat tentang berbagai hal.dan banyak diantaranya yang masih saya ingat hingga kini "Setinggi-tingginya pendidikan seorang perempuan,tempatnya adalah adalah dirumah.Sepintar apapun,secantik apapun ,sehebat apapun karirnya,perempuan yang baik adalah yang terus belajar untuk menjadikan rumahnya tempat ternyaman bagi suami dan anak-anaknya.Seorang ibu dengan segala kecakapan memasak,mengurus rumah,mengatur keuangan ,mendidik anak-anaknya dengan sebaik-baiknya seperti apa yang Allah dan RasulNya perintahkan,adalah teladan utama bagi sang anak.Hingga sejauh apapun suami dan anak-anak pergi,rumah dengan segala kehangatannya adalah tempat kembali yang paling mereka rindukan.

Tulisan ini ditulis setelah saya  menonton hijrah cinta.Padamu kelak yang saya tidak tahu siapa dia,Baiti jannati...insyaAllah :)


UntukMu Aku Menjaga Hati

Bismillahirrahmanirrahim

Aku gak memungkiri bahwa setiap manusia yang normal pasti akan merasakan fitrahnya,Termasuk permasalahan ketertarikannya pada lawan jenis.Tetapi aku menyadari jika rasa suka yang hadir pada lawan jenis membuat hatiku lalai dan gak peka pada ilmu hidup yang DIA anugerahkan,maka sudah saatnya aku tinggalkan.Jangan mengotori hati dengan cinta yang menjauhkan kita pada Allah.Karena sejatinya cinta adalah membawamu untuk lebih taat pada Maha pemilik cinta, lebih dekat denganNya,dan dengannya surga terasa lebih dekat.

Aku teringat dengan sebuah hadits Rasulullah bahwa :
Mintalah fatwa kepada hatimu.Kebaikan itu adalah ketika jiwa dan hati menjadi  tenang kepadaNya.sedangkan al-itsm (dosa) adalah yang membingungkan jiwa dan meragukan hati.Meskipun manusia memberi fatwa padamu (HR.Muslim),

Merenungi apa yang sudah terjadi padaku,meminta fatwa pada diri,dengan tegas aku harus segera kembali meluruskan niat,kembali pada prinsip hidup.Kembali meluruskan aqidahku. Futurnya iman ini membuktikan bahwa aku adalah makhluknya yang begitu lemah,dan aku membutuhkanNya.

Pada akhirnya kepada DIA aku kembali.Memohon ampun kepada Allah atas apa yang telah aku perbuat,dan memohon pulihnya karunia yang sekiranya eggan terasa indah dihatiku ketika itu. aku berharap kepada-Nya agar hal seperti itu gak terjadi kembali,lantaran aku gak mau lagi bermain-main dengan hati ini.lantaran aku sadari bahwa hati ini milikNya  dan hanya kepada dan karenaNya-lah seharusnya kutambatkan.

"Ya Allah,sucikanlah hatiku hanya untuk siapa yang pantas menempatinya dengan keridhaanMu.Cukup dia sajalah yang aku cintai karena aku tidak menginginkan keburukan ketika aku berbuat salah terhadap hatiku.

Ya Allah,aku tahu bahwa Engkau Maha berkehendak.Akupun tidak meragukan kekuasaanMu karena Engkau adalah Dzat yang Maha kuasa atas segala sesuatu,Maka aku memohon agar Engkau memampukan diriku untuk dapat mengetahui wajah dari siapa yang akan bersamaku nanti walaupun hanya sekejap saja agar dengan itu aku mampu membedakan dirinya dengan yang bukan dirinya,agar aku dapat cenderung menjauhkan hati ini dari kesia-sian.Aku yakin bahwa Engkau mampu menjadikannya,dan aku yakin atas hal yang terbaik bagiku dari segala keinginanku.

Dan pertemukanlah aku dengannya ketika hati dan jiwa ini telah Engkau percaya untuk menikah.

Jagalah  hatiku untukMu ya Rabb,karena aku ingin selalu Mencintaimu lantaran Engkaulah Dzat yang pantas aku cintai sepenuh hati."

Semoga allah memaafkan aku ketika aku bersalah.Aamiin Allahumma Aamiin

NB : "Ketika hatimu teralu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan keatas kamu pedihnya sebuah pengharapan,supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia.Maka Allah  menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya (imam syafii)."


Ciputat,17 April 2015