“Al-ummu madrosatul uula… Ibu adalah sekolah atau pendidik pertama bagi anaknya. Ibu bagaikan sebuah sekolah apabila engkau menyiapkannya.. Engkau telah menyiapkan bangsa yang berkepribadian.”
Setiap perempuan adalah guru dan pengajar. Paling tidak, guru dan pengajar bagi anaknya sendiri. Sehebat-hebatnya guru di luar sana, tak ada guru sehebat ibu yang selalu mengajar dan mendidik anaknya hampir 24 jam penuh. Karena pelajaran kehidupan itu bukan hanya membaca atau berhitung.Ada pelajaran yang jauh lebih penting dari itu..Mengenal Rabbnya,mengenal nabinya.mengenal agamanya.Bagaimana berakhlak mulia,bagaimana beraqidah yang lurus.Mengenalkannya pada kehidupan,mengenalkan apa itu cinta dan rasa empati..Tak hanya sekadar teori,tapi mengajarkan semua itu dalam bentuk nyata,dalam segala tidak kesehariaan.Mereka,anak-anak,belajar semua itu langsung dari sang guru pertama dan utama,yaitu ibu mereka.Mereka belajar lewat apa yang ibu mereka ucapkan dan lakukan.
Ketika saya kecil dulu..ibu saya seringkali memberikan nasehat tentang berbagai hal.dan banyak diantaranya yang masih saya ingat hingga kini "Setinggi-tingginya pendidikan seorang perempuan,tempatnya adalah adalah dirumah.Sepintar apapun,secantik apapun ,sehebat apapun karirnya,perempuan yang baik adalah yang terus belajar untuk menjadikan rumahnya tempat ternyaman bagi suami dan anak-anaknya.Seorang ibu dengan segala kecakapan memasak,mengurus rumah,mengatur keuangan ,mendidik anak-anaknya dengan sebaik-baiknya seperti apa yang Allah dan RasulNya perintahkan,adalah teladan utama bagi sang anak.Hingga sejauh apapun suami dan anak-anak pergi,rumah dengan segala kehangatannya adalah tempat kembali yang paling mereka rindukan.
Tulisan ini ditulis setelah saya menonton hijrah cinta.Padamu kelak yang saya tidak tahu siapa dia,Baiti jannati...insyaAllah :)








