Monday, July 28, 2014

Repost - Pilihlah Dengan Bijak

Pilihlah Dengan Bijak
"Pilihan..
Bukan suatu beban terdalam..
Yang harus menutup mata hati..

Apa Tuhan mengujimu?

Tidak..

Ini cara Tuhan menghadiahimu..
Menunjukkan kebijaksanaanNya..
Silakan ambil yang kau suka hambaKu..

Walau sebenarnya Aku kuasa atas kehendakKu..
Tanpa sepengetahuanmu..

Karena Aku Tuhanmu yang kau sebut..
Dalam sujud, ruku', dan berdirimu.. "

***
Iya, beberapa waktu lalu aku sempat ada di posisi seperti ini, berat memang, tapi akhirnya sedikit demi sedikit keyakinan akan sebuah pilihan itu hadir bersamaan dengan ikhtiar dan istikharah.
Sekarang mungkin giliranmu, Allah menguji awal kedewasaanmu. Ingat jangan lari dan pergi dari ini, tapi hadapi, hayati, dan nikmati pilihanmu.
Jangan mengambil keputusan tergesa, insya Allah semua menghormati.
Jaga hati dan perasaan.. Cukup kemarin saja! selebihnya..
Apa atau siapa yang dipilih, sepertinya tak akan meminta dan mengulang lagi ..
Karena kau harus tegas,
Yakini itu yang terbaik.
Yang kau pilih dengan bijak..

Wallahu'alam..
sumber http://www.taufikhadi19.blogspot.com/

NB # aku (novi) meyakini ketika kita mengambil keputusan dengan melibatkanya,lalu melepaskan sesuatu yang kita senangi dengan alasan-alasan syar'i . jangan takut !!! karena Allah,Karena Allah akan menggantinya untukku dan untukmu,bahkan lebih.percayalah duhai hamba Allah  :'(


Aku

Sejatinya aku tak memiliki apapun dan tak dimiliki siapapun selain milik Allah. Hidup di dunia hanyalah mampir sejenak,mencari bekal untuk pulang dan menanti saat maut menjemput.

Ma fi Qalbi Ghairullah  (Tiada di hatiku melainkan Allah)



By "Via "

Tuesday, July 22, 2014

Semoga Ibu dan Alm. Bapakku Menjadi Orang Yang Paling dicintai Allah


Dikisahkan seorang laki-laki shaleh senantiasa berbakti kepada Ibunya yang sudah renta. Lelaki itu mengorbankan seluruh waktu, tenaga, dan potensinya untuk merawat ibunya. Dia selalu menggendong Ibunya, karena Ibunya lumpuh. Dia juga senantiasa memandikan dan mensucikan Ibunya

Suatu hari, dia bertanya kepada Umar bin Khatthab ra. setelah menceritakan pengorbanan yang ia lakukan pada Ibunya, “Wahai Umar, apakah pengabdianku sudah cukup untuk membalas budi ibuku? 

Umar pun menjawab, “Tidak! Tidak cukup! Karena engkau melakukannya sembari menunggu kematiannya, sementara ibumu merawatmu sembari mengharapkan kehidupanmu”

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia . Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."  

(Al-Israa : 23-24)

Semoga ibu dan alm.bapakku selalu dilindungi Allah dan menjadi orang yang paling dicintai Allah.aamiin

Resep Rahasia Masakan Ibu

seorang anak gadis bertanya, resep rahasia apakah yang dimiliki ibunya sehingga masakan-masakan buatan ibunya selalu lezat dan membuatnya merindu.

sang ibu melihat keadaan sekitar, memastikan tiada siapa-siapa lain yang mendengar percakapan mereka.

"Kamu benar-benar ingin tahu, Nak?"

sang anak mengangguk cepat.

"Hanya ada satu resep rahasia, dan karena ini rahasia, kamu harus menyimpannya baik-baik." kata Ibu pelan

sang anak semakin penasaran, “Aku akan menjaga rahasia ini, Bu!”

sang ibu merunduk dan berbisik di telinga anak gadisnya.

"Rahasianya adalah.. masakan ibu tidak punya resep rahasia, Nak."

sang anak terkejut dan tampak sedikit kecewa, tapi Ibunya belum selesai berbicara.

"Ibu memasak sebagaimana tukang nasi goreng memasak untukmu, dengan bahan yang sama, bumbu yang sama, dan perabot yang sama. Tetapi Ibu melakukannya seolah-olah sedang memberi hadiah terbaik untuk orang-orang terbaik dalam hidup Ibu. Ibu melakukannya karena cinta,"

PRINSIP

In shaa allah “Saya menekankan prinsip ini dalam berumah tangga: aku ingin mengenalmu lebih dekat dalam banyak hal. Aku adalah pakaian untukmu dan sebaliknya. Aku ingin bersamamu dalam suka dan duka. Aku ingin bersamamu di surga. Oleh karena itu, tanggung jawab kitalah untuk membawa keluarga selamat dunia akhirat.”

Karena Kesiapan itu dibangun Bukan ditunggu

“Dalam mempersiapkan segala sesuatu, misalnya menikah, janganlah ditunggu hingga siap 100%. Selain karena tidak ada yang mungkin bisa tahu sejauh mana dan kapan yang disebut sebagai ‘siap 100%’ itu, kita pun hendaknya memang sengaja membuat celah untuk memelihara diri agar dapat selalu terbuka terhadap pembelajaran-pembelajaran baru. Celah itu yang nantinya akan membuat kita merasa butuh terus kepada Allah.”

Friday, June 6, 2014

Tersenyumlah, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu

Yakinlah dengan 3 hal ini:

(1) Tiada yang lebih sayang kepadamu, selain Rabbmu.

(2) Tiada yang paling tahu kegundahanmu, selain Rabbmu.

(3) Tiada yang bisa mengangkat kesulitanmu, selain Rabbmu.

"Tersenyumlah, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu"