Sunday, January 18, 2015

Integritas

Apakah bacaan yang bismirabbik itu ? Beberapa ulama memaknai ini sebagai anjuran untuk membaca bacaan yang memberi manfaat dan dampak positif bagi pembacanya.

Apa saja yang perlu dibaca oleh seorang muslim? Menurut saya ada banyak bacaan yang hendaknya menjadi prioritas kita.Diantaranya:
- Kitab Suci Al-Qur'an
- Tulisan para ulama
- Buku Biografi
- Buku Motivasi
- Buku yang sesuai passion
- dan Buku-buku yang bermanfaat lainnya

Datangnya hikmah bisa datang dari siapapun dan media apapun.salah satunya adalah buku.malamini saya akan berbagi tentang hikmah apa yang saya ambil dari buku yang sudah saya baca.

Kita mengenal rasulullah sebagai manusia teladan yang memberi banyak sekali contoh tentang pentingnya integritas.Bahkan abu jahal yang selama hidupna memusuhi islam dan sempat mau membunuh Rasulullah saja pernah mengatakan “Kami tidak mendustakanmu,wahai Muhammad.Kami hanya mendustakan agama yang engkau dakwahkan.”Tak ada yang meragukan kredibilitas Rasulullah.Itulah mengapa semenjak kecil beliau sudah menyandang julukan al-amin,yang dapat dipercaya.

Manusia tak punya nilai sama sekali di hadapan manusia yang lain ketika integritasnya tercoreng di masyarakat.kejujursan itu mencerminkan hamper keseluruhan akhlak, Jika kejujuran telah cacat,maka akhlak yang lain juga tercederai.Itulah sebab mengapa agama member prioritas terhadap sikap jujur.Bahkan kejujuran dijadikan sebagai salah satu kunci untuk meraih kesejahteraan kelak di alam abadi.

Rasulullah bersabda ,”Sesungguhnya kejujuran akan membawa kebagaikan dan kebaikan akan mengantarkan orang kedalam surge.Tidaklah seseorang selalu berkata jujur atau berusaha selalu jujur sehingga Allah mencatatnya sebagai orang yang jujur.Sebalikna kedustaan akan membawa kedurhakaan ,dan kedurhakaan akan menjerumuskan orang ke neraka.Dan tidaklah seseorang selalu berdusta atau berusaha menutupi kedustaannya dengan kedustaan yang lain kecuali Allah akan mencatatna sebagai seseorang pendusta,(HR.Muttafaq Alaih dari Ibn Mas’ud)

Suatu  hari,ada seorang kafir yang hendak masuk islam.Ia sangat kesulitan meninggalkan beberapa tindakan negative yang sudah dilakukannya sejak masa kejahilianna.Bagaimana nasihat Rasulullah? Ternyata Rasulullah hanya berkata singkat padanya,”Jangan berbohong!” Kalimat singkat,tetapi bernas ini mengandung nilai edukasi yang tinggi,yaitu pentingnya sebuah kejujuran.

Jujur adalah syarat mutlak untuk meraih kebahagiaan.Secara psikologis orang jujur hatinya akan selalu tenteram,damai,dan bahagia.Tak ada rasa waswas ataupun takut.Sebaliknya orang yang berdusta,hidupnya  tidak tenang.Jiwanya senantiasa dihantui oleh rasa khawatir,takut kebohongannya akan terbongkar.

Bagaimana memulai sebuah pola hidup yang berlandaskan kejujuran? Dimulai dari diri sendiri.
- Jangan sampai hati membenarkan tapi raga mengingkari.
- Jangan sampai keinginan nurani diberontak oleh raga sendiri.

Senantiasala meminta fatwa dari hati nurani.Karena nurani senantiasa menggetarkan suara     kebenaran.Rasulullah berwasiat”Istafti Qalbaka”,minta fatwalah kepada hatimu.Lalu raga,tautkan dengan jiwa.kompaklah,ketika raga menuruti panggilan nurani,saat itula diri kita tak akan pernah bertindak menentang kebenaran hakiki.


2 comments: