Siapakah wanita?
Wanita adalah seorang makhluk yang diciptakan oleh Allah swt dari tulang rusuk terpendek sebelah kiri Nabi Adam as.
Tujuan penciptaanya adalah sebagai pendamping dan pelengkap bagi kaum lelaki, sesuai dengan hadist Rasulullah saw, yang berbunyi :
“ Sesungguhnya wanita adalah belahan tak terpisah dari lelaki”
(HR. Ahmad dan AI-Baihaqi)
Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ruum: 20-21 :
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. 20
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia yang menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. 21
Hawa diciptakan oleh Allah SWT untuk menjadi pasangan dan penentram bagi Adam as, agar adam tidak merasa kesepian. Selain itu Allah ciptakan Hawa dengan fitrahnya, bersama-sama Adam berkembang biak sehingga menghasilkan keturunan untuk meneruskan peradaban manusia.
Penciptaan wanita adalah suatu sunatullah yang telah Allah tetapkan untuk menjamin peradaban manusia agar terus bertahan hingga akhir zaman. Dimana keberadaan laki-laki dan perempuan adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan.
Apa fitrah seorang wanita?
Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an Surat An-Niisa : 34
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita). 34
Firman Allah SWT pada ayat tersebut menunjukkan keutamaan seorang laki-laki, dimana fitrahnya sebagai seorang pemimpin bagi wanita. Dalam ayat tersebut, Allah memberikan penjelasan tentang anugerah yang dilebihkan untuk laki-laki yang tidak dimiliki seorang wanita.
Seperti yang kita ketahui, bahwa dalam rumah tangga laki-laki memiliki peran sebagai kepala keluarga yang memiliki kewajiban menafkahi seorang istri. Ada sebuah tanggung jawab besar di pundak seorang laki-laki untuk menjamin kesejahteraan seseorang yang ia pimpin. Jika seorang wanita belum menikah, maka kewajiban menafkahi merupakann tanggung jawab ayahnya. Adapun fitrah bagi seorang wanita adalah melayani seseorang yang ia pimpin (suami) dan melahirkan keturunan yang shaleh.
Allah SWT tentu saja membekali potensi pada setiap makhluknya dalam menjalankan fitrahnya masing-masing. Misal jika kita lihat fisik laki-laki dan perempuan berbeda satu sama lain. Fisik laki-laki memiliki postur lebih besar dibanding perempuan dengan otot dan tenaga yang lebih besar. Sehingga sangat wajar jika tugas-tugas berat dibebankan kepada mereka. Berbeda dengan wanita yang berkebalikan, selain itu Allah menitipkan rahim pada seorang perempuan karena fitrahnya adalah melahirkan generasi selanjutnya.
Tidak hanya itu, perkembangan otak seorang calon bayi perempuan di dalam janin akan lebih berkembang pertumbuhan otak kanannya dibanding otak kirinya, berbeda dengan laki-laki dimana otak kiri akan lebih berkembang. Sehingga tidak heran, perempuan yang dominan dengan otak kanannya akan memiliki perasaan yang lembut dan mudah sekali tersentuh. Allah memudahkan ia untuk mencintai dan memberikan kasih sayang kepada sesama. Karena fitrahnya diciptakan untuk membuat suasana keluarga hangat, penuh cinta dan kasih sayang.
Bagaimana seorang wanita dapat memuliakan dirinya?
Rasulullah saw bersabda :
"Selalu wasiatkan kebaikan kepada para wanita. Karena mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok dari jalinan tulang rusuk ialah tulang rusuk bagian atas. Jika kalian paksa diri untuk meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika kalian mendiamkan diri, ia akan tetap bengkok. Karena itu, wasiatkan kebaikan kepada para wanita"
(HR. Bukhari dan Abu Hurairah)
Seorang wanita yang memiliki kedudukan terbaik dihadapan Allah SWT adalah yang aqidahnya lurus dan memiliki akhlak yang baik. Wanita yang memiliki kepribadian atau akhlak yang baik memiliki keutamaan melebihi bidadari-bidadari di syurga.
“Seorang wanita dinikahi karena empat perkara, karena kecantikannya, hartanya, kedudukannya, agamanya maka pilihlah yang agamanya baik.”
Maka dari itu, jika telah datang seorang laki-laki shalih kepada seorang wali dari seorang perempuan maka muslimah disunahkan bahkan diwajibkan dalam kondisi tertentu untuk bersegera menikah demi menjaga kesucian dirinya dan menjauhi dari fitnah syaitan. Jangan sampai hal-hal yang tidak sesuai dengan syariat membuat seorang muslimah menunda untuk menikah, misal alasan untuk berkarir.
Seperti apakah wanita yang shalihah itu?
Sesuai sabda Nabi saw :
“Sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang shalihah”
Bidadari cemburu pada wanita yang shalihah, yakni wanita yang disaat lajang memiliki akhlak yang baik serta mampu menjaga kesucian dirinya, dan disaat telah menikah ia taat pada suaminya dan bersikap sabar atas rumah tangganya. Ciri-ciri itulah yang akan membuat seorang wanita mulia dihadapan Allah SWT dan dicemburui oleh para bidadari syurga.
Wallahu’alam bissawab







0 comments:
Post a Comment